WASHINGTON DC, AKURATNEWS.co – Masalah royalti musik ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia.Dinegara maju seperti Amerika Serikat juga masih ada ketidak adilan dalam hal royalti musik.
Terbaru Gene Simmns, bassis grup band rock Kiss, baru-baru ini melontarkan seruan keras di hadapan Kongres AS. Seruan ini ditujukan untuk membela hak-hak para musisi, terutama terkait royalti siaran radio.
Pada Selasa, 9 Desember kemarin lusa, Simmons hadir di hadapan sidang subkomite Senat mengenai Undang-Undang Keadilan Musik Amerika (American Music Fairness Act/AMFA).
Peraturan ini, jika disahkan, akan mewajibkan stasiun radio untuk membayar royalti kepada setiap musisi saat rekaman lagu mereka diputar.
Menurut data dari Sound Exchange, saat ini hanya pencipta lagu yang menerima pembayaran royalti ketika karya mereka mengudara. Sementara, mereka yang menyanyikan atau mengisi vokal (baik vokal utama maupun pendukung) tidak mendapatkan sepeser pun imbalan.
Simmons menekankan betapa krusialnya pengesahan AMFA dengan menunjuk pada ikon-ikon musik bersejarah seperti Frank Sinatra, Bing Crosby, dan Elvis Presley.
Ia menegaskan, para legenda tersebut tidak pernah mendapatkan sepeser pun, meskipun musik mereka telah diputar jutaan kali di radio.
“Jika Anda menentang RUU ini, Anda bukan (orang) Amerika,” ujar Simmons.
Ia lantas menambahkan penekanan tajam, “Anda tidak bisa membiarkan ketidakadilan ini berlanjut. Ini terlihat seperti masalah kecil… Tetapi utusan kita ke dunia adalah Elvis dan Frank Sinatra. Ketika mereka tahu kita tidak memperlakukan bintang-bintang kita dengan benar—dengan kata lain, lebih buruk daripada budak; budak mendapatkan makanan dan air. Elvis dan Sinatra serta Bing Crosby tidak mendapatkan apa-apa untuk penampilan mereka. Anda harus mengubah ini sekarang untuk anak-anak kita dan untuk anak-anak dari anak-anak kita.”
Dalam sidang tersebut, Simmons dan pihak pendukung lainnya turut mendiskusikan kebijakan pembayaran royalti radio di negara-negara lain. Mereka memberikan pujian khusus kepada Rusia dan Tiongkok karena telah membayar royalti kepada pencipta lagu dan penampil ketika rekaman mereka disiarkan.
Ia bahkan mencatat, beberapa negara menahan royalti dari artis AS lantaran musisi AS sendiri tidak dibayar untuk pemutaran di radio di negara asalnya.
“Berani-beraninya kita berada di posisi kedua di belakang Rusia?” seru Simmons. “Sebuah negara yang konon dipimpin oleh seorang despot, namun mereka melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam membayar Raja Rock & Roll kita, dan kita akan berdiam diri dan tidak membayar artis masa kini dan artis masa depan?”
Penampilan Simmons di hadapan Kongres ini terjadi hanya dua hari setelah Kiss mendapat pengakuan dan penghargaan dari Presiden Donald Trump pada acara Kennedy Center Honors./Eds.
