JAKARTA, AKURATNEWS.co – Fraksi PDIP DPR menerima audiensi Pengurus Vibrasi Suara Indonesia (VISI) yang dipimpin oleh musisi Armand Maulana dan Nazril Irham atau akrab dikenal Ariel NOAH di gedung Nusantara I, kompelks DPR, Senayan, Jakarta.
Di hadapan Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto, Armand dan Ariel Cs menyampaikan keluhan dan masukan terkait transparansi royalti di industri musik Tanah Air. Menurut mereka, transparansi royalti masih menjadi masalah serius.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi V DPR Lasarus, anggota Komisi X DPR Once Mekel, serta anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina. Sementara dari pihak VISI, selain Armand Maulana dan Ariel NOAH, tampak juga Yuni Shara, Vina Panduwinata, dan Judika.
“Datang ke sini untuk memberikan angle dari penyanyi terkait permasalahan yang memang sekarang sedang sangat viral untuk kalangan musik. Masalah royalti, tapi sebetulnya masalah royalti ini, sudah mengerucut beda dengan satu tahunan lalu lah itu masih banyak liar,” ujar Armand dalam audiensi, Senin, 10 November.
Armand lalu menyinggung mengenai aturan royalti yang tercantum dalam Undang-Undang Hak Cipta. Ia berharap Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dapat beroperasi dengan lebih transparan kepada para pelaku industri musik.Â
“Permalasahan ini mengenai royalti, 2014 disahkanlah UU hak cipta, tadinya sangat liar sebelum itu, bahkan dulu banyak asosiasi dan yayasan. Itu dulu membuat bingung dan lumayan rada kacau karena kayak pengusaha-pengusaha, hotel, restoran, cafe, karaoke, bisa didatangi oleh LMK-LMK sebelum nama LMK ada anggaplah itu LMK, bisa berkali-kali,” ungkapnya.
Selain itu, Armand mengatakan masih ada permasalahan yang kerap dihadapi para penyanyi saat membawakan lagu seseorang. Menurutnya, muncul anggapan bahwa penyanyi yang harus membayar royalti kepada pencipta, alih-alih penyelenggara acara yang seharusnya bertanggung jawab.Â
“Terus penyanyi harus yang membayar bukan penyelenggara, itu sampai detik ini padahal yang tadi kita, saya, bicarakan sudah ada tiga peristiwa besar dari pemerintahan dan dari DPR dan sebagainya sudah mengugurkan semua Itu masih terjadi sekarang, itu penyanyi-penyanyi yang kami ketahui atau penyanyi-penyanyi yang punya nama besar di Indonesia,” jelas Armand.
Vokalis Band Gigi itu pun menyuarakan kekhawatirannya bahwa permasalahan ini bisa berdampak luas dan merugikan banyak pihak, terutama para penyanyi di daerah.Â
“Kebayang penyanyi-penyanyi di daerah Pak, Bu, penyanyi-penyanyi Pantura Atau mungkin teman-teman Mas Andi dari IPJ, Institut Pengamen Jalanan di sini yang sudah hadir. Ini akan bisa banyak yang terkriminalisasi kalau Ini menjadi bola liar,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto menyatakan pihaknya akan menampung aspirasi dari VISI. Utut menegaskan bahwa permasalahan terkait royalti ini harus disikapi dengan serius.Â
“Kita harus kerja serius, ini masalah serius. Kalau menurut saya ini UU ini harus kita kerjakan sebaik-baiknya. Mba Selly dan teman-teman di Baleg. Karena ini banyak sekali yang terlibat dan ini berkaitan erat dengan kebudayaan. Makin berbudaya kita, makin pintar kita ngatur seadil-adilnya,” kata Utut. /Ib. Sumber & Foto:: Nailin In Saroh-VOI.
