JAKARTA, AKURATNEWS.co  – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia  menetapkan 514 unsur Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) baru untuk tahun 2025. Dengan begitu, jumlah total WBTbI yang telah ditetapkan sejak tahun 2013 hingga 2025 mencapai 2.727.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon yang secara langsung memberikan Sertifikat Penetapan WBTbI pun turut memberi selamat bagi puluhan provinsi sebagai pengusul.

“Saya ucapkan selamat kepada 35 provinsi yang telah mendaftarkan Warisan Budaya Takbenda atau Intangible Cultural Heritage yang pada malam hari ini mencapai puncaknya. Dan total jumlahnya, seperti yang dilaporkan, ada 514,” kata Fadli dalam pidatonya di acara Apresiasi WBTbI di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta Pusat, Senin, 15 Desember.

Dengan banyaknya unsur yang telah ditetapkan sebagai WBTbI, Fadli melihatnya sebagai bukti bahwa Indonesia sebagai negara dengan keberagaman besar (mega diversity) yang perlu dirayakan.

“Indonesia ini adalah negara dengan kekayaan dan keragaman budaya yang luar biasa. Kata ‘beragam’ saja itu sudah tidak cukup lagi, makanya kita dorong satu istilah baru, mega diversity, karena begitu banyaknya ragam budaya dan ekspresi budaya kita,” tutur Fadly. “Mulai dari bahasa, sastra, tradisi lisan, ritus, manuskrip, permainan tradisional, olahraga tradisional, pangan lokal/kuliner, dan juga adat istiadat dan seni.”

Namun begitu, Menbud menyatakan kerja Kementerian belum selesai. Pasalnya, masih banyak unsur budaya yang belum ditetapkan sebagai WBTbI.

Adapun penetapan WBTbI menjadi penting. Fadli mengatakan, suatu unsur dapat menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO jika lebih dulu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda di tingkat nasional.

“Untuk pendaftaran Warisan Budaya Takbenda dunia itu harus mencapai dulu Warisan Budaya Takbenda Indonesia,” ujar Fadli.

“Jadi, tidak bisa dari WBTb di tingkat provinsi atau di tingkat kabupaten/kota langsung menjadi terdaftar di UNESCO. Harus melalui WBTb Indonesia dulu. Ini prosedur yang juga berlaku di internasional,” imbuhnya.

Setelah penetapan kolintang, reog Ponorogo, dan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Fadli mengatakan, Indonesia telah mendaftarkan tiga unsur baru untuk ditetapkan oleh organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.

“Tahun depan kita akan menerima tiga Warisan Budaya Takbenda yang sudah kita daftarkan, yaitu yang single nomination adalah tempe. Yang kedua ada jaranan, yang saya yakin banyak sekali di kabupaten atau provinsi kita. Dan yang ketiga ada Mak Yong dari Kepulauan Riau,” kata Fadli.

“Dan sekarang, ada belasan lagi yang sedang kita proses melalui Direktorat Jenderal Diplomasi Kebudayaan dan Kerjasama Kebudayaan untuk kita daftarkan di UNESCO. Jadi, masih banyak sebenarnya PR kita terkait warisan budaya ini,” pungkasnya./Agn.

By Editor1