DEPOK, AKURATNEWS.co – Pembangunan berkelanjutan hanya bisa lahir bila pengetahuan, kebijakan, dan industri bergerak dalam harmoni.
Begitulah atmosfer yang terasa di ajang GSSD Expo & Summit 2025, sebuah perhelatan lima hari bertema ‘Sustainability in Harmony’ yang digagas Universitas Indonesia (UI) melalui Graduate School of Sustainable Development atau Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB UI).
Tahun ini terasa istimewa karena UI resmi memperkenalkan fakultas baru hasil penggabungan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) serta Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL), membentuk satu rumah besar keilmuan multidisiplin bernama SPPB UI.
Fakultas baru ini dirancang menjawab tantangan nasional, mulai dari ekonomi hijau, tata kota, politik global, hingga transformasi industri properti.
Hal ini didorong agar ilmu tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mengalir menjadi kebijakan, inovasi, dan solusi nyata bagi masyarakat.
Dari tiga agenda utama, sorotan terbesar datang dari Propertinovasi 2025, pameran dan forum yang menempatkan akses hunian layak sebagai isu kemanusiaan dan pembangunan strategis.
Semangatnya jelas, mendukung target pemerintah dalam penyediaan tiga juta rumah, sejalan dengan kebijakan pemisahan Kementerian PUPR menjadi Kementerian PU dan Kementerian PKP (Perumahan dan Kawasan Permukiman).
Mengutip Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 yang terpampang besar di area pameran, setiap orang “berhak hidup sejahtera lahir batin, bertempat tinggal, dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat.”
Lewat kolaborasi antara SPPB UI, Program Studi Kajian Pembangunan dan Perkotaan, serta Real Estate Indonesia (REI) DPD Jakarta, pesan konstitusi itu diterjemahkan menjadi aksi.
Lebih dari 100 produk properti dipamerkan, mulai dari hunian tapak terjangkau, konsep kota kompak, hingga inovasi pembiayaan ramah milenial.
Seminar pembiayaan KPR, talkshow pengembangan kawasan urban, hingga sesi promo khusus bagi civitas akademika UI membuat acara ini menjadi laboratorium ide sekaligus pasar yang hidup.
“Propertinovasi bukan sekadar expo, tetapi ruang riset, advokasi, dan gerakan bersama penyediaan hunian yang dicanangkan pemerintah,” ujar Chairman Propertinovasi 2025, Fithor Muhammad, S.T., MBA, Sabtu (23/11).
Ajang ini juga menjadi panggung penghargaan bagi pelaku industri yang konsisten menghadirkan perumahan inklusif.
Harmony Land Group meraih predikat The Best Affordable Developer karena fokus pada rumah pertama yang terjangkau dari sisi harga, lokasi, skema KPR, dan fasilitas.
Beberapa kategori penghargaan lain menilai keunggulan konstruksi, inovasi material, pengembangan kawasan hijau, hingga estetika interior untuk boutique development.
Penghargaan ini dirancang sebagai standar etik baru bahwa properti tidak hanya soal profit, tetapi keberlanjutan sosial.
Di sela pameran, pengunjung memenuhi kelas Mini MBA Real Estate, program pelatihan intensif dari Unit Kerja Khusus (UKK) CSGS SPPB UI yang terbuka bagi umum. Kurikulumnya menggabungkan analisis kebijakan, riset pasar, perencanaan kawasan, hingga etika pembangunan.
Program ini dirancang agar calon developer tidak hanya pandai membangun, tetapi juga memahami risiko sosial, struktur pembiayaan, dan dampak lingkungan.
Walau Propertinovasi menjadi magnet utama bagi dunia properti, GSSD Expo & Summit 2025 juga menghadirkan GNSS Indonesia Summit & Expo 2025, konferensi navigasi satelit pertama di Indonesia yang mengundang delegasi dari lebih 30 negara.
Teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dinilai krusial bagi perencanaan kota, manajemen logistik, mitigasi bencana, hingga desain infrastruktur perumahan masa depan.
Sebagai penutup, UI Life Fest menghadirkan festival keluarga, mulai dari bazar sembako, tenant kuliner kampus, jalan sehat, hingga nonton bareng film berbasis AI. Festival ini mengingatkan bahwa keberlanjutan bukan hanya konsep industri, melainkan gaya hidup sehari-hari.
Melalui penyelenggaraan perdananya, SPPB UI menargetkan tiga capaian nasional yakni percepatan realisasi tiga juta rumah melalui inovasi pembiayaan, regulasi, dan teknologi, penguatan ekosistem riset pembangunan berkelanjutan, termasuk tata ruang dan satelit navigasi dan terbentuknya forum tahunan yang menyatukan akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat.
Pada akhirnya, GSSD Expo & Summit 2025 memperlihatkan bahwa masa depan perumahan tidak hanya ditentukan oleh developer dan pemerintah, tetapi juga universitas sebagai ruang pencetak gagasan.
Di tengah pameran maket rumah, blueprint kota baru, dan senyum para pengunjung, terasa jelas bahwa mimpi Indonesia memperoleh hunian inklusif bukan lagi wacana, tetapi gerakan yang mulai menemukan rumahnya.
