JAKARTA, AKURATNEWS.co – Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan tak mempermasalahkan cawapresnya, Muhaimin Iskandar yang tak tahu istilah SGIE, yang ditanyakan cawapres Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Anies, daripada menanyakan istilah itu sendiri, substansi adalah hal yang lebih penting.

“Ketika pertanyaan adalah soal terminologi teknis, pada level ini bisa dijawab dengan Google sebetulnya. Karena yang dibutuhkan di tingkat kepemimpinan nasional adalah hal-hal yang substantif, dan inilah yang sesungguhnya dibawa,” ujarnya saat Konferensi Pers di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (22/12).

Calon presiden nomor urut 1 itu menilai pertanyaan yang menggunakan terminologi khusus sejatinya sah-sah saja.

Namun di sisi lain, publik jadi bisa menilai apakah pertanyaan tersebut memang berkualitas sebagai pertanyaan aspek teknikal, atau aspek substansi.

“Sebagai pertanyaan itu sah-sah saja dan publik nanti akan menilai,” ungkapnya.

Gubernur Jakarta periode 2017-2022 itu pun kembali menegaskan bahwa hal terpenting adalah substansi atau jawaban dari pertanyaan tersebut. Dan menurutnya, jawaban Cak Imin sudah cukup menjelaskan tentang pentingnya ekonomi syariah di Indonesia.

Terpisah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teguh Dartanto mengaku kaget dengan pertanyan Gibran Rakabuming Raka kepada Cak Imin soal SGIE karena Gibran tidak menyertakan penjelasan di awal terkait topik tersebut.

Teguh mengatakan bahwa konteks isu dan persoalan menjadi penting dalam melontarkan pertanyaan.

“Menurut saya orang bertanya harus memberikan konteks isu dan persoalan,” jelas Teguh.

Pria yang meraih gelar PhD bidang pembangunan dari Universitas Nagoya itu juga mengatakan bahwa model pertanyaan yang disampaikan harus jelas, bukan model singkatan.

Pada debat Cawapres, Jumat (22/12), di sesi tanya-jawab, Cak Imin harus bertanya balik kepada Gibran mengenai kepanjangan SGIE, sehingga waktu dua menit yang diberikan kepada Cawapres nomor urut 1 itu menjadi berkurang.

Namun demikian, Teguh menegaskan jawaban yang disampaikan Cak Imin sudah masuk ke isu persoalan meski waktu berkurang.

“Menurut saya jawaban Cak Imin sudah masuk ke isu persoalan walaupun karena keterbatasan waktu jadi kurang terelaborasi. Jawaban Cak Imin terkait dengan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sudah cukup oke,” pungkasnya. (NVR)

By Editor1