JAKARTA, AKURATNEWS.co -Saat ini, film tak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga medium refleksi dan tuntunan nilai.
Pesan inilah yang coba dihadirkan lewat film drama terbaru ‘Dalam Sujudku’ garapan sutradara Rico Michael yang terinspirasi dari kisah nyata tentang cinta, kesetiaan, dan keikhlasan dalam rumah tangga.
Film ini diperkenalkan melalui pemutaran khusus (screening) yang digelar di Jakarta, Jumat (12/12).
Dalam kesempatan tersebut, Rico mengungkapkan bahwa ide cerita ‘Dalam Sujudku’ berasal dari pengalaman nyata seorang temannya yang tinggal di Singapura.
“Film ini terinspirasi dari kisah nyata teman saya di Singapura,” ujar Rico usai pemutaran.
Rico menjelaskan, peristiwa yang menginspirasi film ini terjadi di dua lokasi, yakni Singapura dan Batam. Cerita berpusat pada seorang istri yang memilih jalan ikhlas dan merelakan suaminya yang berselingkuh, bahkan mendukung sang suami untuk menikahi perempuan lain sebagai istri kedua.
“Ceritanya tentang keridhoaan seorang istri yang mau menerima suaminya berselingkuh, bahkan mensupport untuk menikah dengan selingkuhannya. Ia benar-benar membantu, memberi nasihat, mengarahkan, dan menerima, meskipun dalam perjalanannya ia tetap dijelek-jelekkan oleh istri kedua,” terang Rico.
Meski terinspirasi dari kisah nyata, Rico menegaskan Dalam Sujudku bukanlah film based on a true story secara utuh. Ada penyesuaian dan pengembangan cerita demi kepentingan dramatik.
“Ini adaptasi. Ada penambahan kreatif supaya lebih dramatis dan penonton bisa lebih merasakan konflik dan emosinya,” jelasnya.
‘Dalam Sujudku’ mengisahkan Aisyah, seorang istri yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika mengetahui suaminya terlibat hubungan dengan perempuan lain.
Alih-alih memilih kemarahan dan perpisahan, Aisyah justru menempuh jalan ikhlas dan berserah, berusaha mempertahankan rumah tangganya dengan ketulusan dan doa.
Konflik semakin dalam ketika sang suami memutuskan menikah lagi. Aisyah tidak hanya diuji rasa cemburu dan luka batin, tetapi juga oleh sikap istri kedua yang justru memusuhinya.
Dalam sujud dan keheningan doa, Aisyah mencari makna cinta, kesetiaan, dan harga diri seorang perempuan, sekaligus mempertanyakan sejauh mana pengorbanan harus dilakukan atas nama keluarga dan iman.
Film ini menyuguhkan drama emosional tentang pilihan-pilihan sulit dalam rumah tangga, tanpa menghakimi, dan mengajak penonton untuk melakukan refleksi diri.
Meski sarat dengan simbol spiritual, Rico menegaskan ‘Dalam Sujudku’ tidak dikemas sebagai film religi.
“Awalnya ini drama keluarga. Memang kemudian berkembang, tapi saya tetap mendirect film ini sebagai drama, bukan drama religi. Saya tidak membawa prinsip keagamaan secara eksplisit,” tegasnya.
Rico menyebut tujuan utamanya adalah menghadirkan film yang menyentuh emosi dan membangun kesadaran moral penonton.
“Saya ingin film ini main di rasa. Rasa simpati, marah, dan empati. Tapi rasa itu membangun, membuat kita introspeksi bahwa ada hal-hal yang sebenarnya tidak baik untuk dilakukan,” jelasnya.
Rico mengaku memiliki ketertarikan kuat pada eksplorasi emosi dan karakter. Meski dikenal lewat film-film horor di awal kariernya, ia kini ingin menghadirkan karya drama yang memberi dampak lebih dalam.
“Saya masih senang film horor, tapi saya juga ingin menggarap drama. Saya sempat memperdalam ilmu film sebelum kembali menyutradarai film ini,” tuturnya.
Ia juga menekankan pendekatan akting berbasis rasa dan karakter, yang menurutnya menjadi kunci kekuatan film ini.
“Bagi saya, rasa dan karakter itu penting. Karakter yang kuat pasti membawa rasa yang jujur,” tambahnya.
Sementara itu, para pemain menyebut ‘Dalam Sujudku’ sebagai film yang menantang secara emosional.
Vinessa Inez, yang memerankan karakter Aisyah, mengaku perannya menuntut pendalaman batin yang kuat.
“Peran ini sangat berat secara emosional. Banyak adegan yang menguras perasaan karena Aisyah harus menahan luka, tapi tetap terlihat kuat,” ungkapnya.
Aktor Marcell Darwin, yang berperan sebagai sang suami, menyebut film ini mengajaknya melihat konflik rumah tangga dari sudut pandang yang tidak hitam-putih.
“Film ini tidak menghakimi, tapi memperlihatkan konsekuensi dari pilihan-pilihan yang diambil,” katanya.
Film ini diproduksi Project69 (P69) dan dibintangi oleh jajaran aktor lintas generasi, antara lain Marcell Darwin, Vinessa Inez, Naura Hakim, Riyuka Bunga, Dominique Sanda, Chika Waode, Momo Moriska dan Dennis Adhiswara.
‘Dalam Sujudku’ dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada awal 2026, dan digadang-gadang menjadi salah satu film drama keluarga yang mengangkat isu sensitif dengan pendekatan emosional dan reflektif.
Dengan kisah yang terinspirasi dari realitas, film ini diharapkan menjadi tontonan yang tak sekadar menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungi makna cinta, kesetiaan, dan keikhlasan dalam kehidupan rumah tangga. (NVR)
