JAKARTA, AKURATNEWS.co – Sejak dahulu, masjid sejatinya tak hanya bicara soal mimbar dan saf. Di balik dindingnya, roda ekonomi umat bergerak, dari koperasi hingga usaha kecil.
Dan kini, pelan tapi pasti, semangat itu terus digelorakan. Salah satunya lewat kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA).
Lewat bantuan dana 15.000 dolar AS atau setara Rp252 juta dari ANGKASA, semangat memperkuat koperasi masjid di sejumlah wilayah Indonesia pun digadangkan.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS, Jakarta, Kamis (5/2) dengan disaksikan jajaran pimpinan BAZNAS dan pengurus inti ANGKASA Malaysia yang dipimpin langsung Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah.
Wakil Ketua BAZNAS, Mokhamad Mahdum menyebut, kerja sama ini sejalan dengan visi BAZNAS menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
“Masjid harus hidup. Bukan hanya secara spiritual, tapi juga ekonomi. Melalui program BAZNAS Microfinance Masjid, kami ingin masyarakat punya akses pembiayaan yang sehat dan bermartabat,” kata Mahdum.
Ia menambahkan, kehadiran koperasi masjid diharapkan mampu menjadi alternatif dari praktik pinjaman berbunga tinggi yang kerap membebani warga kecil.
Dana bantuan tersebut akan disalurkan ke masjid-masjid yang memiliki koperasi aktif, di antaranya Masjid An-Ni’mah dan Masjid At-Taqwa di Jakarta Timur, Masjid As-Sholihin di Bandung Barat, Masjid Daarul Rihlah di Kabupaten Bandung, serta Masjid Al-Hurriyah IPB di Bogor.
Dalam kesempatan ini, Presiden ANGKASA, Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah menyebut, bantuan ini sebagai bentuk persahabatan sekaligus investasi sosial lintas negara.
“Total dana yang kami serahkan sebesar 15.000 dolar AS. Masing-masing koperasi menerima 3.000 dolar sebagai modal awal. Ini bukan soal besarannya, tapi soal keberlanjutan,” ujarnya.
Menurut Datuk Fattah, pengelolaan koperasi sepenuhnya disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing masjid, mulai dari pembiayaan mikro, dukungan UMKM, hingga usaha dagang jamaah.
Tak berhenti di dana, ANGKASA juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pengelola koperasi masjid agar pengelolaannya profesional dan berkelanjutan.
Kerja sama dengan BAZNAS merupakan bagian dari upaya ANGKASA membangun jaringan koperasi masjid lintas negara. Selain Indonesia, organisasi koperasi nasional Malaysia ini juga telah menjalin kolaborasi dengan Kamboja, Thailand, dan Vietnam.
Didirikan pada 12 Mei 1971, ANGKASA sendiri dikenal sebagai badan puncak gerakan koperasi Malaysia yang berperan penting dalam mendorong ekonomi berbasis komunitas.
Dan kini, dari Jakarta, kerjasama ini menjadi penanda bahwa ekonomi umat bisa tumbuh dari ruang-ruang ibadah, asal dikelola dengan visi, kolaborasi, dan kepercayaan.
Masjid pun pelan-pelan dikembalikan ke mode awal, bukan hanya tempat singgah spiritual, tapi juga menjadi simpul kemandirian sosial dan ekonomi. (NVR)
