JAKARTA, AKURATNEWS.co – Di tengah hiruk-pikuk industri hiburan dan gaya hidup global, nama Risa Kusumaningrum mungkin masih terdengar asing di telinga publik Indonesia.
Namun, di panggung internasional, ia telah lama mencuri perhatian sebagai salah satu profesional perempuan yang mendobrak dominasi korporasi dunia.
Berbekal keahlian lintas disiplin, mulai dari finance, sales dan operation, hingga strategi pemasaran tingkat tinggi, Risa tampil bukan sekadar sebagai pekerja keras, melainkan ikon inspiratif yang membuktikan bahwa perempuan Indonesia mampu bersaing di level dunia.
Risa, yang kini menjabat sebagai Co-Founder dan Chief Representative Officer (CRO) untuk pasar Asia Pasifik dan Timur Tengah di Scalemind Media, beroperasi dari kantor pusat di WorldMark, New Delhi, India.
Bersama timnya, ia membantu ratusan klien global, dari brand multinasional hingga lokal, dalam mengembangkan ekosistem digital marketing.
Sebelumnya, selama lebih dari 15 tahun, Risa menorehkan jejak prestisius, salah satunya adalah:
- Memimpin proses IPO di Australia Stock Exchange dan Nasdaq.
- Mengeksekusi audit Sarbanes-Oxley (SOX)—standar audit paling ketat di Amerika Serikat—dengan hasil zero exception.
- Menjadi sosok kunci dalam migrasi sistem keuangan global Fox International Channel di Hong Kong.
- Menggarap proyek strategis di sektor energi bersama Itron, PLN, dan PDAM.
- Membantu ekspansi Carsome, pionir otomotif digital Asia Tenggara, termasuk kerja sama investasi dengan Grab.
“Audit SOX itu tidak semua orang bisa. Ketika saya berhasil zero exception dalam setahun, itu pencapaian pribadi yang sangat membanggakan,” kenang lulusan Cumlaude Akuntansi dari universitas negeri ternama di Indonesia ini.
Tak hanya menguasai angka, Risa juga menjadi sorotan dunia pemasaran. Ia pernah menyabet predikat Campaign Women to Watch Asia Pacific 2024 dari Campaign Asia, sebuah penghargaan bergengsi bagi perempuan dengan kaliber dunia di bidang marketing.
Namanya juga tercatat sebagai pembicara di forum-forum internasional, termasuk Fortune Singapore 2024, di mana ia membahas implementasi AI 3.0 dalam strategi bisnis global.
“Ini tantangan besar, tapi saya bisa menjawabnya dengan performa. Kolaborasi lintas disiplin justru menjadi kekuatan baru,” ujarnya.
Di balik sosok profesional yang tegas, ada sisi humanis dari Risa. Penggemar warna merah ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari konservasi Harimau Sumatera, pembangunan shelter untuk kucing terlantar, hingga dukungan bagi komunitas seni Indonesia.
Lebih jauh, ia tengah menyiapkan inkubator finansial untuk anak-anak di daerah terpencil, agar literasi keuangan bisa diajarkan sejak dini dengan pendekatan kreatif berbasis digital. Anak asuhnya di Wonosobo disebut-sebut akan menjadi peserta pertama program ini.
“Saya percaya, saat kita memberi ke masyarakat, kita sedang memperbesar value hidup kita. Hidup harus seimbang, berdampak secara profesional, tapi juga menyentuh secara personal,” kata Risa.
Kini, Risa bersiap menapaki babak baru dengan menjadi mindfulness coach bersertifikat internasional dari New York.
Melalui Rikas Star Networks, ia ingin memadukan edukasi, gaya hidup sehat, dan pendekatan self-healing untuk membantu masyarakat menciptakan keseimbangan hidup.
“Bagi saya, keberhasilan sejati adalah ketika kita bisa berdampak secara profesional dan personal. Hidup harus punya arah, dan arah itu seharusnya menyentuh lebih banyak orang,” tutupnya. (NVR)
