BANDUNG, AKURATNEWS.co – Pusat Studi Inovasi Digital (DIGITS) Universitas Padjadjaran (UNPAD) bersama Veda Praxis menggelar seminar bertajuk ‘Navigating the Future: Business Landscape and GRC Outlook 2025’.
Seminar untuk menjawab tantangan kompleks governance, risk, and compliance (GRC) di era digital ini digelar di Theater FEB Unpad, Jatinangor juga via Zoom ini dihadiri ratusan mahasiswa, akademisi, serta praktisi bisnis, sekaligus menjadi ajang peluncuran riset terbaru kolaboratif kedua lembaga.
Seminar ini mengangkat temuan riset DIGITS UNPAD dan Veda Praxis yang memetakan tren GRC sepanjang 2024 dan proyeksinya di 2025. Riset menyoroti pentingnya integrasi GRC dengan transformasi digital guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika regulasi dan disrupsi teknologi.
CEO & Partner Veda Praxis sekaligus Presiden ISACA Indonesia Chapter, Syahraki Syahrir menekankan, digitalisasi akan menjadi tulang punggung GRC di 2025. Menurutnya, organisasi harus memastikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan selaras dengan perkembangan teknologi dan regulasi yang semakin ketat.
Sedangkan Kepala Departemen Akuntansi Unpad, Prof. Dr. Hj. Ilya Avianti menyebut, riset ini sebagai satu-satunya di Indonesia bahkan dunia yang secara komprehensif memetakan lanskap bisnis dan GRC 2025.
“Di era pemerintahan baru dengan program ambisius, GRC memegang peran krusial di semua sektor. Riset ini harus terus berlanjut dan menjadi rujukan kebijakan,” ujarnya.
Riset tersebut mengungkap tiga tantangan utama GRC 2025:
1. Regulasi global yang semakin kompleks, terutama terkait privasi data dan keberlanjutan.
2. Risiko siber yang meningkat seiring adopsi AI dan otomasi.
3. Kesenjangan kompetensi GRC di kalangan pelaku bisnis tradisional.
Seminar ini juga menghadirkan diskusi para panelis ahli seperti Saskia Salmana (Dosen Unpad) dan dimoderatori Said Aryonindito (Dosen Unpad). Diskusi menggarisbawahi pentingnya kolaborasi multidisiplin untuk mengantisipasi risiko bisnis masa depan.
Dalam kesempatan ini, Direktur DIGITS FEB Unpad Hamzah Ritchi menambahkan, riset mendalam seperti ini membantu organisasi merancang strategi GRC yang adaptif, terutama di sektor UMKM dan BUMN yang masih tertinggal dalam implementasi digital. (NVR)
