JAKARTA, AKURATNEWS.co – Suasana kawasan M Bloc di Blok M, Jakarta Selatan, Senin (27/10) sore terasa berbeda.

Lampu-lampu neon di fasad bangunan yang familiar itu menyala dalam gaya baru sebagai babak baru dari ikon ruang kreatif ibukota itu.

Ya . M Bloc Space kini resmi bertransformasi menjadi New M Bloc, sebuah pusat budaya urban yang tampil lebih modern dan ambisius.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut wajah baru ini sebagai bagian dari strategi besar menjadikan kota ini bukan sekadar pusat ekonomi, tapi juga kota dengan daya saing kreativitas kelas dunia.

Dalam sambutan peresmian, Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyampaikan harapannya dengan nada optimistis.

“M Bloc adalah jantung kreativitas anak muda Jakarta. Di sini, ide tidak perlu izin untuk lahir. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk berkarya,” ujar Pramono.

Tampilan baru terlihat dari fasad yang diperbarui, kanopi baru terpasang, ruang pamer dan event hall diperluas, ditambah tata ruang yang kini lebih nyaman untuk publik.

Dan M Bloc tidak lagi sekadar dikenal sebagai tempat nongkrong, melainkan laboratorium ide bagi pekerja kreatif, musisi, desainer, hingga entrepreneur muda.

Lokasinya di Blok M menambah bobot makna. Kawasan yang dulu dikenal sebagai pusat gaya hidup generasi 80–90an sempat meredup, lalu bangkit lagi melalui proyek-proyek revitalisasi.

New M Bloc menjadi katalis penting bagi denyut ekonomi lokal, terutama setelah integrasi pedestrian baru, koneksi langsung ke MRT, dan fasilitas publik yang lebih ramah disabilitas.

“Kota yang ramah adalah kota yang memberi ruang bagi semua,” kata Pramono.

Kalimat yang terdengar sederhana, tetapi menggarisbawahi arah pembangunan baru Jakarta: berpusat pada manusia, bukan hanya beton dan gedung tinggi.

Meski kebutuhan publik akan ruang kreatif semakin besar, pemerintah dan pengelola sadar bahwa ujian berikutnya tidak kalah berat: memastikan perubahan tidak hanya menjadi kosmetik.

Apakah kolaborasi sungguh melibatkan komunitas lokal? Bisakah ruang ini tetap inklusif di tengah godaan komersialisasi berlebihan? Pertanyaan-pertanyaan itu pun menjadi pekerjaan rumah bersama.

CEO M Bloc Space, Romero Comacho, memberi perspektif yang jujur mengenai rebranding ini.

“Fokus kami bukan untuk mengubah arah, melainkan meneruskan, memperkuat, dan memastikan keberlanjutan gerakan ini. Continuing the Movement, Not Changing the Direction,” beber pria yang akrab disapa Popo ini.

Ia menegaskan, revitalisasi fisik dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan, fungsi, dan pengalaman publik.

Mulai dari lobby utama yang kini lebih lapang dan aksesibel, mushola dan toilet baru, hingga peremajaan atap tenant dan revamp total M Bloc Live House.

Yang paling baru dan mencuri perhatian adalah rebranding Creative Hall menjadi “Melting Pop”, hasil kolaborasi dengan Infipop. Ruang ini dibayangkan sebagai titik temu gagasan budaya pop yang cair, melebur, dan melahirkan karya segar tanpa batas.

Lebih dari sekadar venue pertunjukan, Melting Pop ingin menjadi simbol bahwa kreativitas Jakarta terus bermetamorfosis mengikuti zaman.

New M Bloc kini hadir sebagai tonggak penting dalam perjalanan Jakarta menuju “Creative Global City”. Ruang yang tidak hanya dikunjungi, tetapi juga dihidupi komunitas yang beragam.

Dan saat lampu-lampu gedung menyala di M Bloc sedikit lebih terang. Sebuah babak baru pun dimulai. (NVR)

By editor2